Far far away

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts

Read More

Behind the word mountains

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts

Read More

Far from the countries Vokalia

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts

Read More

There live the blind texts

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts

Read More

Tubuh Mati Rasa – Cari Tahu Bahaya Penyebabnya Di Sini

Penyakit Mati Rasa (Aijiro/Shutterstock)

sumber gambar: klikdokter.com

Mati rasa ialah suatu keadaan di mana sebagian tubuh tertentu tidak dapat merasakan rangsangan yang diterima oleh saraf. Sebagian besar orang pasti sudah pernah merasakan mati rasa pada bagian tubuh tertentu, entah itu kaki, tangan, leher, dan sebagainya. Sensasi yang ditimbulkan pun juga beragam yang tentunya tidak akan membuat nyaman. Baik itu berupa rasa perih, kesemutan, hilang sensitivitas, atau bahkan terasa seperti ditusuk-tusuk menggunakan jarum. Lantas kondisi tersebut akankah berbahaya bagi kesehatan? Sebenarnya tidak begitu berbahaya bagi kesehatan. Namun ada beberapa keadaan di mana akan berbahaya tergantung penyebab tertentu. Oleh sebab itu, mari kita selidiki penyebab mati rasa yang sering dialami kebanyakan orang.

Umumnya, penyebab mati rasa berawal dari adanya kerusakan pada beberapa bagian saraf atau cabang saraf tunggal yang sering berada di ujung saraf tubuh. Direktur pengobatan keluarga di Philadelphia Aria Health System bernama Rob Danoff, DO mengatakan apabila salah satu bagian saraf rusak atau terjepit maka otak tidak akannbisa menerima semua informasi sensorik yang dikirim ke tangan anda. Alhasil tangan anda akan merasakan mati rasa, termasuk pada jari-jari tangan anda. Sebba tangan mempunyai saraf sentuhan yang paling sensitif dan langsung terhubung ke otak yang berperan sebagai penerima sinyal. Penyebab lainnya dilansir dalam laman alodokter menyebutkan terjadi tekanan atau iritasi pada saraf. Ini tidak akan berbahaya selama tekanan pada saraf tersebut memiliki rentan waktu tertentu. Contohnya pada kasus ketika tidur dengan kepala yang tertaruh di tangan, duduk dengan kaki bersila, atau diam berdiri dalam waktu lama. Akan berbahaya fatal jika mati rasa yang dialami disebabkan oleh adanya stroke atau tumor yang tidak cepat disembuhkan. Selain itu, ada masalah kesehatan lain yang menjadi penyebabnya, yaitu.

  1. Kista Ganglion.
  2. Sifilis.
  3. Carpal tunnel syndrome, mengakibatkan nyeri, kesemutan, dan mati rasa.
  4. Kekurangan vitamin B-12.
  5. Vaskulitis (peradangan dalam pembuluh darah).
  6. Diabetes
  7. Cedera tulang belakang, misalnya saraf tulang belakang yang terjepit atau pada brachial plexus.
  8. Kerusakan pada organ tubuh tertentu, contohnya gagal ginjal.
  9. Kerusakan pada bagian otak, seperti TIA, stroke, dan epilepsi.
  10. Penyakit saraf, contohnya ensefalitis dan myelitis.
  11. Penyakit lyme, penyakit yang disebabkan oleh gigitan kutu yang terinfeksi bakteri Borrelia burgdorferi.
  12. Guillain-Barre’s syndrome.
  13. Multiple sclerosis (MS), penyakit autoimun yang berpeluang besar menyebabkan sumsum tulang belakang dan otak lumpuh.
  14. Efek samping setelah melakukan pengobatan kanker, baik itu terapi radiasi, obat-obatan HIV, ataupun kemoterapi.
  15. Frostbite atau terkena suhu terlalu dingin.
  16. Keracunan zat kimia tertentu, contohnya zat pada logam berat.
  17. Herpes zoster atau sinanaga.
  18. Kecanduan alkohol yang sudah kronis, sesuai National Library of Medicine USA.
  19. Tumor yang menekan saraf atau otak tubuh.
  20. Neuropati perifer.
  21. Penyakit tiroid.

Segeralah pergi ke dokter spesialis saraf atau neurologi jika anda merasakan gejala linglung, pusing, kejang otot, susah berbicara, sulit bergerak, sakit kepala hebat secara tiba-tiba, sesak nafas, dan lain-lain. Hal ini dilakukan untuk menghindari segala penyebab mati rasa yang lain menyerang. Setelah dokter mendengarkan keluhan anda kemudian akan melakukan pemeriksaan lain, seperti pemeriksaan fisik, tes darah, analisis cairan otak, CT scan atau MRI jika diperlukan. Meskipun terdengar sepele, jangan biarkan mati rasa sering menyerang anda. Terlebih jika itu terjadi berulang kali dan anda memiliki riwayat medis tertentu. Berdasarkan referensi klikdokter.com, untuk pengobatan mati rasa beraneka ragam tergantung pada penyebab dan kondisi kesehatan penderita.

Read More